Renungan:
Apa arti tulisan Lukas ini bagi kita? Saya mau menanggapi pertanyaan ini dengan sebuah cerita. Saya pernah membaca cerita pada sebuah buku. Ceritanya lebih kurang demikian: Pada suatu ketika Santo Petrus marah-marah kepada seorang malaikat yang bekerja membantu Tuhan Allah pada bagian pengiriman barang ke bumi. Ia marah karena ia melihat lorong-lorong surga sudah penuh dengan paket-paket. Para penghuni surga tidak merasa nyaman lagi melewati lorong-lorong itu. Petrus mendekati malaikat itu dan bertanya dengan nada marah: "Mengapa kamu menaruh paket-paket ini di lorong-lorong? Bukankah kita mempunyai gudang besar untuk menyimpan paket-paket ini? Taruhlah paket-paket ini ke gudang!" Malaikat itu menjawab: "Saya minta maaf, Petrus. Gudang kita sudah penuh dengan paket-paket", "Kalau begitu, mengapa kamu membuat paket begitu banyak?", "Saya minta maaf, Petrus. Saya membuat paket-paket ini karena diminta oleh Tuhan Allah." Petrus terdiam. Malaikat itu mohon pamit dan langsung menuju Tuhan Allah. "Salam Yang Mulia, hamba telah membuat paket-paket sesuai dengan permintaan Yang Mulia. Ke mana paket-paket itu hendak dikirim?" tanya malaikat itu. "Saudara malaikat, Saya juga jadi bingung. Para pemesan paket itu tidak pernah lagi menghubungi Saya dan juga mereka tidak meninggalkan alamat pada Saya!". Pesan cerita ini amat jelas. Kita tidak cukup dengan hanya memiliki iman. Kita mesti memiliki ketekunan dalam memohon sesuatu pada Tuhan. Sesungguhnya Tuhan telah menyediakan paket bagi kita, tetapi paket itu bisa tidak sampai ke tangan kita karena kita tidak tekun lagi menghubungi-Nya
Doa:
Tuhan Yesus, ampuni aku yang seringkali merasa jemu dalam berdoa dan memohon kepada-Mu, terlebih ketika permohonanku itu sepertinya belum mendapat tanda jawaban dari-Mu, seringkali pula aku merasa ragu akan kuasa-Mu yang sanggup memberi jawaban atas segala doa dan permohonanku, terkadang juga aku merasa putus asa dan kecewa ketika Engkau belum memberi jawaban atas segala doa dan permohonanku. Ampunilah aku ya Yesusku atas segala kesalahan dan kelalaianku. Ajarkanlah aku untuk tetap setia bertekun di dalam doa permohonan dan imanku kepada-Mu, serta bantulah aku untuk tetap teguh dan percaya penuh akan kuasa-Mu, bahwa yang terbaik dari-Mu itulah yang akan Kauberikan bagiku tepat pada waktu-Mu. Amin.
Salam Kasih & Doa.
KDK2@. ( L-O )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar