Beranda

Sabtu, 28 September 2013

Renungan: Lukas 18:7-8.

"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu; Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" ~ Lukas 18:7-8.

Renungan:
Apa arti tulisan Lukas ini bagi kita? Saya mau menanggapi pertanyaan ini dengan sebuah cerita. Saya pernah membaca cerita pada sebuah buku. Ceritanya lebih kurang demikian: Pada suatu ketika Santo Petrus marah-marah kepada seorang malaikat yang bekerja membantu Tuhan Allah pada bagian pengiriman barang ke bumi. Ia marah karena ia melihat lorong-lorong surga sudah penuh dengan paket-paket. Para penghuni surga tidak merasa nyaman lagi melewati lorong-lorong itu. Petrus mendekati malaikat itu dan bertanya dengan nada marah: "Mengapa kamu menaruh paket-paket ini di lorong-lorong? Bukankah kita mempunyai gudang besar untuk menyimpan paket-paket ini? Taruhlah paket-paket ini ke gudang!" Malaikat itu menjawab: "Saya minta maaf, Petrus. Gudang kita sudah penuh dengan paket-paket", "Kalau begitu, mengapa kamu membuat paket begitu banyak?", "Saya minta maaf, Petrus. Saya membuat paket-paket ini karena diminta oleh Tuhan Allah." Petrus terdiam. Malaikat itu mohon pamit dan langsung menuju Tuhan Allah. "Salam Yang Mulia, hamba telah membuat paket-paket sesuai dengan permintaan Yang Mulia. Ke mana paket-paket itu hendak dikirim?" tanya malaikat itu. "Saudara malaikat, Saya juga jadi bingung. Para pemesan paket itu tidak pernah lagi menghubungi Saya dan juga mereka tidak meninggalkan alamat pada Saya!". Pesan cerita ini amat jelas. Kita tidak cukup dengan hanya memiliki iman. Kita mesti memiliki ketekunan dalam memohon sesuatu pada Tuhan. Sesungguhnya Tuhan telah menyediakan paket bagi kita, tetapi paket itu bisa tidak sampai ke tangan kita karena kita tidak tekun lagi menghubungi-Nya
melalui doa yang dilandaskan pada iman. Terkadang Tuhan ingin melihat seberapa tekunkah kita dalam berdoa dan memohon kepada-Nya, apakah kita sungguh-sungguh bertekun di dalam iman kita kepada-Nya, atau justru kita malah jemu, ragu dan akhirnya berhenti berdoa? Maka tetaplah bertekun di dalam doa permohonan dan iman kita kepada-Nya, maka Tuhan akan segera mengirimkan jawaban dan berkat-Nya atas segala doa permohonan kita! Daniel 3x dalam sehari ia sujud dan berdoa kepada Allah dengan tidak jemu-jemu, maka Allah sangat memberkati ia seumur hidupnya. Juga Daud 7x dalam sehari ia berdoa dan menaikkan pujiannya kepada Allah tanpa jemu dan Elia yang sungguh-sungguh berdoa kepada Allah maka hujan tidak turun di bumi selama 3 tahun 6 bulan, kemudian ia sujud berdoa sebanyak 7x dan mengulangi doa yang sama kepada Allah tanpa jemu dan ragu maka turunlah hujan membasahi bumi! Mari teladani ketekunan iman mereka di dalam doa dalam kehidupan kita. Slamat malam. Tuhan berkati, Tuhan menyertai.

Doa:
Tuhan Yesus, ampuni aku yang seringkali merasa jemu dalam berdoa dan memohon kepada-Mu, terlebih ketika permohonanku itu sepertinya belum mendapat tanda jawaban dari-Mu, seringkali pula aku merasa ragu akan kuasa-Mu yang sanggup memberi jawaban atas segala doa dan permohonanku, terkadang juga aku merasa putus asa dan kecewa ketika Engkau belum memberi jawaban atas segala doa dan permohonanku. Ampunilah aku ya Yesusku atas segala kesalahan dan kelalaianku. Ajarkanlah aku untuk tetap setia bertekun di dalam doa permohonan dan imanku kepada-Mu, serta bantulah aku untuk tetap teguh dan percaya penuh akan kuasa-Mu, bahwa yang terbaik dari-Mu itulah yang akan Kauberikan bagiku tepat pada waktu-Mu. Amin.

Salam Kasih & Doa.
KDK2@. ( L-O )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar